Bupati M.Fadhil arif melepas keberangkatan Jemaah haji Batang hari

Oleh admin • 17 Mei 2026, 12:33 WIB • 154 Views

menaramedia.com Batang Hari Bupati M.Fadhil arif sekira pukul 08.30 pagi minggu 17 mei 2026 bertempat di serambi rumah dinas Melepas 210 orang calon jemaah Haji kabupaten Batang Hari.

Hadir dalam pelepasan jemaah haji ini wakil Bupati , Kapolres Batang hari,dan Ketua DPRD Asropi dan para asisten setda kabupaten Batang Hari,kepala OPD,kepala Kemenhaj dan Kemenag kabupaten Batang Hari,ketua MUI,ketua TP-PKK Batang hari,camat dan Lurah Muara Bulian serta ribuan sanak family calon Jemaah haji yang ikut mengantar

Pelepas secara resmi rombongan jemaah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi dalam sebuah acara pelepasan yang berlangsung khidmat dan penuh haru. Sebanyak 213 orang warga setempat dipastikan berangkat ke Tanah Suci, terdiri dari jemaah reguler, mutasi, serta jemaah cadangan yang dinaikkan statusnya, lengkap dengan data demografi dan kesehatan yang telah diverifikasi dinas terkait. Keberangkatan ini menjadi bukti nyata peningkatan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji di daerah tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batanghari, dalam laporannya di hadapan para pejabat daerah dan tokoh masyarakat, merinci komposisi jemaah. Dari total keseluruhan, 192 orang merupakan jemaah reguler, bertambah 2 orang dari jalur mutasi, serta 19 orang dari daftar cadangan yang diprioritaskan. Secara rinci, terdapat 95 jemaah laki-laki (44,6 persen) dan 118 jemaah perempuan (55,4 persen). Berdasarkan rentang usia, sebanyak 73 orang atau sekitar 32,57 persen berusia di atas 60 hingga lebih dari 80 tahun, sedangkan sisanya berusia di bawah 60 tahun.

Data kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat mencatat 115 jemaah memiliki riwayat penyakit bawaan seperti hipertensi, gangguan metabolisme, dan kolesterol, sehingga pemantauan kesehatan selama perjalanan menjadi prioritas utama.

Proses persiapan keberangkatan berjalan lancar berkat sinergi lintas instansi. Mulai dari pembuatan paspor yang difasilitasi kehadiran pihak Imigrasi ke lokasi, penerbitan dokumen perjalanan, hingga pembagian kartu kendali yang kini diserahkan sejak di tanah air—berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang baru dibagikan saat tiba di Arab Saudi. Kartu kendali ini menjadi syarat mutlak keberangkatan. Dari 213 jemaah, 3 orang akan menerima dokumen tersebut langsung di Mekkah, termasuk 2 orang tambahan yang tergabung dalam kelompok penerbangan berbeda dan 1 orang lainnya dijadwalkan berangkat pada 19 Mei mendatang.

Momen pelepasan ini makin istimewa dengan keikutsertaan Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jambi, Elpis Zina, sebagai bagian dari rombongan. Meski berhak mendapatkan fasilitas khusus, beliau memilih berangkat secara reguler bersama masyarakat umum, sebuah sikap yang diapresiasi luas sebagai wujud kebersamaan. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Batanghari, unsur pimpinan daerah, kepala instansi vertikal, tokoh agama, serta unsur kepolisian dan kejaksaan.

Dalam sambutannya, Bupati Batanghari memberikan pesan mendalam kepada seluruh jemaah mengenai bekal utama beribadah, yaitu takwa yang harus didasari ilmu dan kebersihan hati. “Bekal kita adalah takwa. Namun takwa harus beriringan dengan ilmu agar hati dan pikiran bersih dari penyakit yang menghalangi kelancaran ibadah,” ujarnya.

Secara khusus, Bupati mengingatkan pentingnya keikhlasan, baik saat meninggalkan keluarga maupun saat menjalani rangkaian ibadah. Ia berpesan agar jemaah tidak lagi terpikirkan urusan duniawi seperti harga komoditas atau usaha selama di Tanah Suci, serta mengurangi penggunaan gawai yang berpotensi memicu sifat ria atau pamer dalam beribadah. “Jangan rusak ibadah kita dengan merekam doa lalu membagikannya. Biarlah hubungan kita dan Allah berjalan langsung, tanpa ada unsur ingin dipuji atau dilihat orang lain,” tegasnya.

Nilai kesetaraan di hadapan Tuhan juga ditekankan. Ia menyampaikan bahwa di tanah suci, semua orang setara tanpa memandang jabatan—baik itu pejabat, tokoh masyarakat, maupun warga biasa. Semuanya sama jamaahnya, sama hak dan kewajibannya.

Selain itu, pesan tentang makna kesabaran menjadi sorotan utama. Kesabaran dimaknai bukan hanya diam menerima keadaan, melainkan berusaha sekuat tenaga, berdoa seoptimal mungkin, dan berserah diri pada ketetapan Ilahi. Hal ini disiapkan untuk menghadapi dinamika perjalanan, mulai dari fasilitas, antrean, hingga interaksi sesama jemaah yang beragam.

Sebagai tradisi sebelum keberangkatan, momen saling memaafkan dan melepaskan segala sangkutan antar sesama ditekankan agar ibadah haji menjadi haji yang mabrur. Bupati juga menyampaikan rasa syukur atas perjuangan memastikan tokoh agama dan pembina jemaah, Ustadz Amin, akhirnya mendapatkan jatah keberangkatan di detik-detik akhir, setelah sempat muncul kekhawatiran tidak terakomodasi.

Di akhir sambutannya, Bupati memohon doa restu dari seluruh jemaah yang akan berangkat, semoga dirinya dan istri senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang agar suatu saat nanti juga dapat menyempurnakan rukun Islam kelima ini.

Panitia penyelenggara daerah memastikan seluruh persiapan teknis, kesehatan, dan dokumen telah rampung 100 persen. Keberangkatan jemaah haji Batanghari menjadi bagian dari gelombang keberangkatan nasional yang dikoordinasikan Kementerian Agama RI, menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga negara yang ingin menunaikan ibadah haji. (Arif)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top