Pelatihan Peningkatan kompetensi guru Baca Tulis Arab Melayu dan Budaya. Bersama UNISBA Batang Hari
MENARAMEDIA.COM, BATANG HARI — Senin, 19 Oktober 2026 — Upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus meningkatkan kemampuan literasi keagamaan terus digenjot. Pembukaan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru dalam Baca Tulis Arab Melayu dan Adat Budaya Batang Hari resmi digelar di Balai Pelatihan Guru Muara Bulian, Senin (19/10). 
Secara simbolis, kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Islam Batang Hari (UNISBA), Prof. Dr. Ansori, S.Pd.I., M.Pd.I. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari, Zulfadli, S.Pd., M.Pd., serta Kasubag Umum BGTK Jambi, Sri Widodo, S.Pd., M.Si., dan para tamu undangan lainnya.
Ilmu yang Didapat, Harus Disalurkan ke Anak Didik
Dalam sambutannya, Rektor UNISBA mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan penuh kesungguhan.
“Mohon diikuti dengan serius, agar ilmu yang didapat nantinya dapat diterapkan dan disalurkan kepada anak-anak didik kita,” pesan Prof. Ansori.
Pelatihan ini diikuti oleh 47 guru Sekolah Dasar dari berbagai penjuru Kabupaten Batang Hari, berlangsung selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Oktober 2026.
Langkah Nyata Cegah Buta Baca Tulis Al-Qur’an
Kegiatan ini merupakan program strategis Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam rangka mengentaskan buta baca tulis Al-Qur’an. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendorong materi ini masuk ke dalam Muatan Lokal (Mulok) di seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Batang Hari.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Zulfadli, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa seorang pendidik tak boleh berhenti belajar, apalagi di tengah arus perkembangan zaman yang terus bergerak cepat.
“Guru pengajar harus terus menggali dan memperbarui pengetahuannya. Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini sangat relevan dan sangat membantu peningkatan kompetensi seorang guru,” ungkap Zulfadli.
Diharapkan, para guru tak hanya mahir mengajarkan huruf Arab Melayu, tetapi juga makna budaya dan nilai luhur yang terkandung di dalamnya, sehingga warisan leluhur Batang Hari tetap hidup di generasi mendatang.
(Arif)

Komentar (0)