Tragis! Mobil Travel Terjun ke Sungai Batanghari, Toyota Kijang Innova Reborn milik Travel Ratu Intan
menaramedia.com, Batang Hari, Jambi – Peristiwa memilukan mengguncang ruas Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Desa Benteng Rendah RT 02, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari, Senin (27/7/2026). Sebuah mobil travel jurusan Padang–Jambi terjun ke Sungai Batanghari, menelan satu korban jiwa sekaligus menyisakan tanda tanya soal keamanan jalur tersebut.
Kendaraan jenis Toyota Kijang Innova Reborn milik Travel Ratu Intan itu hilang kendali dan meluncur ke sungai. Proses evakuasi berlangsung sangat alot dan memakan waktu lebih dari delapan jam, sejak dimulai pukul 08.00 WIB hingga tuntas pukul 15.00 WIB.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, BPBD Batang Hari, Basarnas Provinsi Jambi, dibantu warga setempat, harus berjuang melawan medan yang ekstrem. Tebing dari bahu jalan ke bibir sungai mencapai ketinggian 10 meter, ditambah arus dan air sungai yang sangat keruh membuat jarak pandang penyelam hampir nol.
“Medannya cukup berat. Jurang menuju sungai cukup dalam dan air sangat keruh sehingga menyulitkan penyelam saat mencari posisi kendaraan,” ungkap Kapolsek Mersam, Iptu Mahyadi. Keterbatasan peralatan selam juga sempat menghambat, hingga bantuan Basarnas Provinsi Jambi tiba sekitar dua setengah jam kemudian.
Saat kendaraan berhasil ditarik ke permukaan, petugas menemukan satu penumpang masih terjebak di dalam kabin dalam kondisi tak bernyawa. Korban teridentifikasi Evijanti Darmawi (57), warga Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Mersam tidak ditemukan tanda kekerasan, korban dipastikan tewas akibat kecelakaan tersebut sebelum jenazah diserahkan ke keluarga.
Sementara itu, Penumpang 1 Danil Selamat. Sopir travel Anggi Weli Wahyudi (37), warga Kelurahan Simpang III Sipin, hanya mengalami luka memar di wajah. Di hadapan penyidik, ia mengaku sempat terlelap sesaat sebelum kejadian.
“Saya memang tertidur sebentar, Bang. Setelah itu saya sudah tidak ingat apa-apa lagi. Saya baru sadar saat mobil sudah berada di dalam sungai. Saya keluar lewat kaca depan yang dipecahkan penumpang di sebelah saya,” ucapnya. Kini sopir diamankan di Polsek Mersam untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kecelakaan ini memicu sorotan warga setempat. Titik kejadian yang berkelok dan menurun itu dikabarkan sudah tiga kali memakan korban serupa. Pembatas jalan di tepi jurang banyak yang rusak, baut pengikat lepas, sehingga tak lagi berfungsi menahan kendaraan yang melenceng.
Pihak kepolisian masih menelusuri penyebab pasti kejadian, meski pengakuan sopir mengarah pada dugaan kelelahan saat mengemudi.
Tim Liputan Berita

Komentar (0)