Ketua DPD Gerindra Jambi: Seluruh Kader “Pasang Badan” Kawal & Bela Pemerintahan Prabowo

Oleh admin • 23 Sep 2026, 10:28 WIB • 75 Views

menaramedia.com, JAMBI — Minggu, 20 September 2026 — Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM atau yang akrab disapa SAH, memerintahkan seluruh jajaran kader di seluruh wilayah Jambi untuk turun langsung “pasang badan” mengawal sekaligus membela jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Seruan ini disampaikan saat memimpin rapat konsolidasi partai di Grand Hotel Jambi.

Kegiatan ini dihadiri lengkap oleh pengurus DPD, Ketua, Sekretaris, hingga Bendahara DPC Gerindra se-Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, termasuk DPC Gerindra Kabupaten Batang Hari yang dipimpin Mawardi Harahap, serta para anggota DPRD dari partai.

Sebagai bagian dari kekuatan pendukung pemerintahan nasional, SAH menegaskan kader tidak boleh hanya diam di tempat.

Kalau kita sudah jadi bagian pemerintahan, kader tak boleh cuma berdiri di belakang. Harus berani pasang badan: membela kebijakan yang berpihak pada rakyat, sekaligus menjelaskan ke masyarakat apa tujuan sebenarnya dari setiap program Presiden Prabowo,” tegas SAH.

Namun, “pasang badan” bukan berarti membela membabi buta. SAH menekankan, kader harus cerdas memahami program, mampu menjelaskannya ke warga, dan mengawal agar pelaksanaannya tepat sasaran. Jika ada kekurangan, sampaikan melalui jalur organisasi dan pemerintahan dengan cara yang konstruktif — bukan menutup mata terhadap masalah.

Pasang badan bukan berarti membenarkan semua. Kader harus jadi jembatan: menyerap aspirasi rakyat, menyampaikan informasi yang benar, dan memberi masukan yang membangun agar pembangunan benar-benar menyentuh yang membutuhkan,” ujarnya.

Konsolidasi ini disebut sebagai langkah menyatukan visi dan menyamakan langkah seluruh mesin partai. Soliditas, kedisiplinan, dan kesamaan arah menjadi modal utama agar Gerindra Jambi bergerak selaras dari pusat hingga ke pelosok desa.

 

Kader yang duduk di legislatif maupun struktur partai diminta memperkuat kehadiran di tengah masyarakat — bukan hanya saat musim politik.

“Jangan sampai warga hanya kenal kita kalau ada pemilu. Hadirlah saat mereka butuh, pastikan program berjalan, dan pastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat,” pesannya.

Di akhir arahan, SAH menegaskan konsolidasi bukan sekadar seremonial, melainkan upaya memperkokoh ideologi dan disiplin perjuangan.

Soliditas adalah kekuatan kita. Ideologi jadi landasan, organisasi jadi instrumen, dan kerja nyata jadi bukti. Mari rapatkan barisan, jaga kekompakan, dan bersama-sama kawal pemerintahan Prabowo demi kepentingan rakyat,” pungkas SAH.

(Red)

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top