Hardiknas Ke-78: Batang Hari Teguhkan Semangat Partisipasi Semesta
menaramedia.com Batang Hari, 2 Mei 2026 – Semangat pendidikan kembali bergema di seluruh penjuru negeri. Pemerintah Kabupaten Batang Hari menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-78 dengan penuh khidmat. Bupati Batang Hari, Mhd. Fadhil Arief, tampil sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan pidato resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti.
Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan fondasi utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Filosofi pendidikan dengan sistem among kembali diangkat sebagai dasar nilai: asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan). Tiga pilar ini menjadi penegasan bahwa pendidikan harus menyentuh akal, hati, dan karakter, sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.
Pidato tersebut juga menekankan amanat konstitusi, sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 dan UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, bahwa pendidikan adalah proses membangun watak dan peradaban bangsa. “Pendidikan harus menjadi jalan untuk memperkuat jati diri, membangun karakter, dan menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih tangguh,” tegasnya.
Tema Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, menjadi sorotan utama. Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat—pemerintah, keluarga, dunia usaha, hingga komunitas lokal—untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas. Pendidikan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Upacara ini dihadiri jajaran Forkopimda, para kepala OPD, tokoh pendidikan, serta ratusan pelajar yang turut menyemarakkan peringatan. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa pendidikan adalah urusan bersama, bukan hanya milik satu institusi.
Momentum Hardiknas ke-78 di Batang Hari ini sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan panjang dunia pendidikan Indonesia. Dari masa Ki Hadjar Dewantara hingga era digital saat ini, semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tetap menjadi kompas utama. Dengan partisipasi semesta, diharapkan pendidikan Indonesia mampu menjawab tantangan zaman, menghadirkan inovasi, dan memastikan setiap anak bangsa memperoleh hak belajar yang setara.
Hardiknas bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan pengingat bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa. Dari Batang Hari, gema semangat ini kembali diteguhkan: pendidikan bermutu untuk semua, tanpa terkecuali. (ar)***

Komentar (0)