Proyek Jalan Sudirman Rp4,2 Miliar Tuai Protes: Warga Mengeluh Melintas “Seperti Naik Kuda”, Kualitas Dipertanyakan
menaramedia.com, BATANG HARI – Proyek rekonstruksi Jalan Sudirman di Muara Bulian yang menelan anggaran raksasa Rp4,27 miliar dari APBD Provinsi Jambi TA 2026 justru menuai kecaman tajam. Alih-alih mulus dan nyaman, permukaan jalan yang sedang dikerjakan dinilai bergelombang parah, membuat pengendara—terutama kendaraan roda empat—merasa seperti sedang menunggangi kuda.
Keluhan ini tersuar keras dari sejumlah warga yang tiap hari melintasi jalur vital tersebut. “Bukannya terasa halus seperti jalan baru, malah bikin badan pegal dan sakit semua. Rasanya naik mobil pun seperti menunggangi kuda,” keluh salah satu pengguna jalan.
Kekhawatiran warga tak berhenti pada soal kenyamanan. Masyarakat mulai meragukan daya tahan dan standar kualitas pembangunan. Padahal proyek belum tuntas, tapi gelombang permukaan sudah sangat terlihat. Warga khawatir jika dibiarkan, jalan ini tak akan bertahan lama dan cepat rusak setelah diserahterimakan.
Berdasarkan data di papan proyek di lokasi, rincian pekerjaan adalah:
– Pekerjaan: Rekonstruksi Jalan Sudirman, Muara Bulian
– Nilai Kontrak: Rp4.272.216.600,-
– Sumber Dana: APBD Provinsi Jambi TA 2026
– Waktu Pelaksanaan: 90 hari kalender (mulai 25 Juni 2026)
– Pelaksana: CV. Cakra Batanghari
– Konsultan Supervisi: CV. Mitra Yenuko Pratama
Melihat kondisi yang memprihatinkan ini, warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Provinsi Jambi segera turun melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum proyek resmi selesai. Masyarakat menuntut kontraktor dan pengawas bekerja secara profesional serta bertanggung jawab penuh atas hasil kerja.
Pemerintah provinsi diharapkan tak menutup mata, dan segera lakukan evaluasi total. Uang rakyat senilai miliaran rupiah ini tak boleh terbuang sia-sia hanya untuk hasil yang membahayakan dan tak layak pakai.
***Rimbo Bulian***

Komentar (0)